ILMU KIMIA

Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani χημεία khemeia "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom.

Pembantu Rektor (PR) I Unimed Drs Hasudungan Sinaga MS mewakili rektor mengatakan, kedepan program studi kimia akan mempunyai nilai saing tinggi, mengingat perkembangan ilmu dan teknologi sangat pesat. Karenanya ilmu kimia sangat menentukan masa depan manusia.

Hal itu dikatakan Hasudungan Sinaga pada pembukaan Seminar Ilmiah ” perkembangan Terkini Ilmu Kimia dan Pembelajarannya ” yang diselenggarakan Prodi Magister Pendidikan Kimia Program Pascasarjana Unimed, di kampus Unimed, diikuti 300 peserta, Sabtu (29/5).

” Kita jangan larut pada perkembangan ilmu itu sendiri, tanpa diikuti dengan bagaimana pendekatan ataupun proses pembelajaran yang efektif sehingga materi pendidikan kimia menjadi menarik dan diharapkan melalui ilmu kimia perkembangan ilmu dan teknologi akan lebih pesat ke depan “, katanya.

Menurutnya, sangat penting mengkaji apa dan bagaimana ilmu kimia itu. Kimia itu suatu ilmu yang baik untuk dipelajari di masa datang. Kehidupan manusia tidak terlepas dari unsur kimiawi. Gagasan seminar ini merupakan suatu jawaban terhadap daya saing ke depan.

Seminar sehari itu menampilkan tujuh pembicara yang merupakan dosen PPs-Unimed dan jurusan kimia, yaitu Prof Manihar Situmorang, Dr Albinus Silalahi, Dr Suharta, Dr Ramlan Silaban, Dr Zainuddin, Mukhtar MSi, Dr Simson Tarigan dan Dr Herbert Sipahutar.

Sementara Direktur PPsUnimed Prof Dr Usman Pelly MA mengatakan kehadiran program studi S2 Magister Pendidikan Kimia Unimed ini, merupakan satusatunya di Sumatera. Peranan para pakar kimia sangat menentukan sejauh mana perkembangan ilmu kimia dalam pembelajaran.

” Kehidupan kita tak lepas dari kimia. Kini ada kecenderungan dalam kehidupan manusia seharihari kita telah menjauhkan diri dari kimia beralih kepada obat tradisional. Kemudian kita juga telah dijajal dengan senjata-senjata kimia oleh negara adidaya AS, dan semua itu menjadi ancaman ,” katanya.

Usman Pelly mengimbau agar prodi yang baru ini tetap berorientasi pada quality assurance dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia pendidikan, industri dan pariwisata.

Dr Ramlan Silaban pembicara sekaligus tim pengelola prodi baru ini, menjelaskan, program studi dengan izin nomor 686/D/T/2004 tersebut terbuka untuk semua kalangan, mulai menerima mahasiswa baru 2004/2005.

Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu [1]. Sebagai contoh, suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun [2]. Zat kimia yang umum ditemukan sehari-hari antara lain adalah air, garam (natrium klorida), dan gula (sukrosa). Secara umum, zat terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat mengalami perubahan fase zat sesuai dengan perubahan temperatur atau tekanan.

Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad ke-18 dengan karya kimiawan Joseph Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia murni [3]. Ia menyatakan "Semua cuplikan suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan memiliki proporsi yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut". Ini dikenal sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah satu dasar dari kimia modern

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar